Friday, May 26, 2017

Gerakan Hidup Sehat: Detox Buah dan Olahraga


"Exercise to be fit, not skinny. Eat well to nourish your body" (Anonim)

Salah satu resolusiku tahun ini adalah menerapkan pola hidup sehat. Dimulai dari menjaga makanan, detox dan olahraga. 

Detox buah
Aku sebenarnya sudah rutin melakukannya hampir setahun lalu. Sebulan sekali setelah siklus menstruasi, tapi karena siklus menstruasiku cenderung mundur, maka kemudian aku menjadwalkan tiap awal bulan. Biasanya aku melakukan detox buah selama tiga hari, pernah juga lima hari. Tergantung kondisi tubuh pada saat itu. 

Ketika melakukan detox buah, kita hanya boleh mengkonsumsi buah-buahan, sebisa mungkin buah-buahan non-pati dan memperbanyak asupan air putih, yaitu minimal 2 liter. Efek samping detox bisa berupa mual, pusing, sering BAK, BAB cair atau bahkan diare. Jangan berikan obat ketika efek samping tsb muncul, melainkan perbanyak asupan buah dan minum lalu istirahat.

Aku ingat, pertama kali nyoba detox, berujung aku dilarikan ke UGD oleh suami. Tubuhku lemas karena diare dan kepala pusing. Kesalahan waktu itu nggak pemanasan dulu. Langsung cut makanan lain selain buah. Selang dua atau tiga bulan kemudian, aku melakukan detox lagi. Tapi kali ini pakai pemanasan dulu. Hasilnya aku sukses melewati masa yang ditentukan, meskipun lemas dan diare tubuhku masih bisa mentolerirnya. Setelah selesai masa detox, berat badan biasanya akan turun 2-3 kilo. Beberapa waktu kemudian akan naik lagi, tapi tidak akan melebihi berat awal sebelum detox. Tubuh terasa enteng dan beberapa keluhanku seperti mudah capek atau kembung perlahan menghilang.

Selain detox buah, aku juga menjaga pola makan dengan mengurangi karbo, memperbanyak sayur dan buah, serta disiplin minum air putih minimal 2 liter per hari.


Olahraga
Langkah penting lainnya dalam menjaga hidup sehat adalah olahraga. Nah, olahraga yang aku pilih adalah Yoga dan jalan kaki. Yoga biasanya aku lakukan dua kali sehari, plus satu kali kelas Yoga di kantor tiap rabu. Sedangkan untuk jalan kaki, aku biasanya melakukannya di akhir pekan. Alasannya tidak diburu-buru waktu memasak dan belanja. Baik untuk yoga (di rumah) dan jalan kaki biasanya memakan waktu tiga puluh menit. Apabila diimbangi dengan olahraga teratur, kondisi tubuh aku akui lebih bugar. Emosipun lebih stabil. Berat badan, perlahan tapi pasti turun perlahan, dan itu lebih stabil. Nggak kayak diet-diet lain, yang pasca diet turun banyak lalu beberapa waktu kemudian naik lagi. 

Semoga tetap istiqomah ya menjaga pola hidup sehat ini, demi kehidupan yang lebih baik di kemudian hari.

Did you ever realize how much your body loves you? It's always trying to keep you alive. It's making sure you breathe while you sleep, stopping cuts from bleeding, fixing broken bones, finding ways to beat the illnesses that might get you. Your body literally loves you so much. It's time you start loving it back.

No comments: